Ngopi (Ngobrol Pikirkan Desa), Partisipasi Pemuda Dalam Membangun Desa

59
- Advertisement ARTICLE TOP -banner-728

Lamongan – Bicara tentang desa selalu menarik untuk diikuti dan tak pernah ada habisnya, seperti halnya acara diskusi NGOPI & Ngobrol yang diikuti oleh pemuda-pemudi, mahasiswa dan aktivis ini, dengan mengangkat tema partisipasi pemuda dalam membangun desa hal ini menarik untuk selalu di ikuti, bertempat di warung blosoo kopi banjarwati, paciran, lamongan, di temani secangkir kopi menambah nikmatnya pembahasan diskusi itu, Rabu malam (19/01/2022).

Diskusi NGOPI & Ngobrol semakin berbobot dengan hadirnya beberapa narasumber yang turut memberikan buah pemikirannya, seperti Ahmad Assyayud Al Irsad
Ketua PR.PMII Sapu Jagat Komisariat PMII Sunan Drajat, Iskandar NH
Kordinator TA-PM Lamongan, Zuli Kasmawanto Kades Pucangro, dan Riadhus Sholihin Wakil ketua APDI Lamongan.

Pemuda  merupakan agen perubahan yang menjadi harapan besar bagi kemajuan desa desa. Harapan besar untuk pemuda-pemudi dan para aktivis mahasiswa agar tidak acuh terhadap masalah masalah yang ada di desa, teruma desa tempat tinggalnya, generasi muda, pemuda dan aktivis mahasiswa harus mampu jadi lokomotif pelopor pembangunan desa.

Ahmad Assyayud Al Irsad
Ketua PR.PMII Sapu Jagat Komisariat PMII Sunan Drajat Sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Menyampaikan Dalam Sambutanya, “Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030 hingga tahun 2040, dimana jumlah penduduk usia produktif yang berusia antara 15 – 64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Angka tersebut menjadi aset bagi Indonesia agar nantinya bisa lebih berkembang dengan peran generasi muda yang menjadi penerus kemajuan bangsa, salah satunya dalam pembangunan desa.”

ARTICLE INLINE ADbanner-728

Ketua PR.PMII Sapu Jagat Komisariat PMII Sunan Drajat juga berharap pemuda dan aktivis mahasiswa untuk tidak acuh terhadap masalah masalah yang Ada di desa serta pemuda dan aktivis mahasiswa harus mampu jadi lokomotif pelopor pembangunan desa.

Dikesempatan yang sama, Narasumber pertama, Iskandar NH, Kordinator TA-PM Lamongan, “Berbicara Pemuda adalah berbicara tentang masa depan, kehadiran pemuda diharapkan mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik. Hal ini telah terbukti dengan kiprah pemuda zaman old, dari mulai proses perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, sampai dengan mengisi kemerdekaan, pemuda mempunyai peran yang strategis,” Tuturnya.

Sebagai bagian dari masyarakat desa, pemuda merupakan kelompok yang potensial. Pemuda dengan segala kelebihan dan kekurangannya merupakan kelompok yang dinamis, kreatif, dan memiliki idealisme.

Melihat potensi pemuda yang begitu besar, sudah selayaknya pihak-pihak yang berkepentingan dalam pembangunan dan pemberdayaan desa mempersiapkan kader-kader desa dari kalangan pemuda. Dengan cara membuat program-program prioritas pembinaan atau pemberdayaan pemuda. Apalagi salah satu prioritas penggunaan dana desa adalah untuk kegiatan yang dapat menunjang pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.

Disampaikan juga oleh Zuli Kasmawanto Kades Pucangro, dirinya menyampaikan, “Keberadaan pemuda sebagai penggerak dan perubah keadaan sangat memainkan posisi yang strategis.”

Strategis mengandung arti bahwa pemuda adalah kader penerus kepemimpinan nasional dan juga lokal (desa), pembaharu keadaan, pelopor pembangunan, penyemangat bagi kaum anak muda.

“Karena itu, paling tidak ada 3 peran utama yang bisa dilakukan pemuda sebagai kader penerus bangsa, yaitu;
sebagai organizer yang menata dan membantu memenuhi kebutuhan warga desa; sebagai mediamaker yang berfungsi menyampaikan aspirasi, keluhan dan keinginan warga; dan
sebagai leader, pemimpin di masyarakat, menjadi pengurus publik/warga.
Ketiga peran itulah setidaknya yang harus dilakukan pemuda dalam pembangunan desa. Dan yang lebih penting lagi, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan sebagai strategi
pembangunan desa,” imbuhnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh, Riadhus Sholihin, Wakil ketua APDI Lamongan saat diskusi acara Ngopi (Ngobrol Pikirkan Desa).

“Pemuda  merupakan agen perubahan yang menjadi harapan besar bagi kemajuan desa desa. Tak bisa dielakkan, pemuda menjadi tumpuan untuk kemajuan desa di masa depan. Kemajuan desa  bisa diraih  dengan kontribusi nyata yang mampu menciptakan perubahan. Banyak permasalahan di desa. yang membutuhkan peran generasi muda untuk memecahkannya. Salah satu pemasalahannya adalah minimnya pengetahuan literasi di masyarakat desa.(F2/UB)

banner-728